Tags

“Dera… Gue… Suka… Elo”

“Apa? Lo… Serius?”

“Iya… Lo mau kan jadi pacar gue?”

“…”

“Dera, gue mohon, buka hati lo buat gue. Gue tahu, gue sangat tau gimana perasaan lo sama Davin dulu, juga gimana rasa kehilangan yang lo lo rasain. Plis, lupain masalalu elo Ra. Setidaknya, lo kasih kesempatan buat gue untuk mencoba buat lo bahagia”

“Gue… Gue juga sayang sama lo Fi”

Dera memeluk Afli. Erat sekali. Ia tahu, memang tidak mudah melupakan masalalu. Bahkan tidak akan bisa, tapi Dera yakin, kenangannya bersama Davin dulu kini sudah tersimpan rapat di sudut hatinya. Tetap menjadi kenangan. Selamanya.

Mungkin inilah saatnya bagi Dera, memulai semuanya, merubah jalan pikirannya. Menggenggam masa depan yang akan membawanya menuju kebahagiaan. Bersama Alfi, tentu saja.

Tidak semua cinta berakhir bahagia. Tidak semua cinta berakhir terluka. Semua ada hikmah dibalik semuanya, tergantung kita memandangnya. Tidak ada yang salah, cinta tidak pernah salah, begitu pula dengan takdir. Semuanya sudah digariskan oleh Tuhan kepada semua insannya. Semua orang berhak untuk menemukan kebahagiaannya masing-masing. Semua orang berhak untuk bahagia.

Advertisements