Tags

Dera langsung menarik tangan Nadya. Dia melihat sekilas Nadya tampak terkejut, tapi Dera malah mengencangkan tarikannya.

“Ayo, Nad. Cepet gue mau ngomong sama lo. Berdua doang. Empat mata, buruan nanti Alfi malah ngikut lagi. Penting nih,” kata Dera terburu-buru, dia tidak peduli dengan tatapan aneh sekaligus kaget yang ditampakkan oleh sahabatnya.

“Aduh Dera, mau ngomong apaan? Emang penting banget apa sampe lo narik-narik tangan gue. Sakit tau! Lo mau ngomongin apaan? Terus ngapain ngomongnya disini?” Nadya tampak kesal dengan tingkah Dera tadi, dia pun heran hal penting apa yang mau di bicarakan Dera dan kenapa dia malah membawanya ke gudang sekolah.

“Sori deh Nad, ng… Ya menurut gue ini penting banget. Gue mau ngomong kalo—” Dera tiba-tiba tidak melanjutkan kata-katanya. Dia sekarang tampak ragu. Dera pun sadar kenapa dia malah ke gudang sih? Ah, Dera tidak siap. Benar-benar tidak siap.

“Kalo apa? Duh Ra lo mau ngomongin apa sih? Kenapa ga di kantin aja? Kan bisa sambil makan. Gue laper nih,” Nadya tampak tidak sabar dan dia memegangi perutnya. Tampaknya dia memang benar-benar lapar.

“Lo laper? Gak sarapan? Yaudah deh yuk ke kantin Nad,” Dera merasa bodoh. Dia tidak siap hari ini. Tapi kapan siapnya? Hatinya mulai risau.

“Hah? Terus ngapain lo ngajak gue kesini kalo gitu? Ampun deh gue ama lo. Ih, apa lo kesambet setan gara-gara abis sakit kemaren?” Nadya bergidik.

“Duh, udah deh gausah ngaco. Lo laper kan? Yaudah kita ke kantin aja sekarang,”

Akhirnya mereka pun meninggalkan gudang dan berjalan menuju kantin. Mereka tak banyak bicara. Dera sibuk dengan pikirannya, dia sangat merasa bimbang. Apa dia harus menanyakan hari ini? Bodohnya Dera, kenapa dia tadi membawa Nadya ke gudang? Dera tampaknya menyesali pilihannya tadi yang sekarang malah membuatnya ragu akan di ungkapkan hari ini atau tidak. Nadya juga diam. Dia terlihat masih bingung dengan kelakuan Dera tadi. Sungguh aneh. Tapi Nadya tak terlalu mengambil pusing, karena mungkin saja Dera lagi bertingkah iseng dan aneh. Dan yang jauh lebih penting adalah mengisi perutnya, agar cacing-cacing yang ada diperutnya tidak terus-menerus meronta.

Advertisements