Tags

,

Judul: Alter Ego: Nayla Vs Setengah Jiwanya
Penulis: Rani Puspita
Penyunting: Tina Leoni
Penata Letak: Githa Eka
Pendesain Sampul: Githa Eka
Penerbit: PT Lintas Kata
Terbit: Cet. 1 – Jakarta, 2015
Halaman: iv 228 hlm; 14 x 20 cm
ISBN: 978-602-71445-7-6

**BLURB**

Bahagia dirasakannya, kehilangan pun dihadapinya.
Namun, apakah disebut takdir jika orang yang disayangi satu per satu meninggalkannya. Bahkan saat menemukan cintanya, ia pun kehilangannya.

Secara tidak sadar “sesuatu” telah mengubah dirinya sejak kecil. Ia pun bergelut dengan separuh jiwanya, berusaha memahami dirinya sendiri di antara masa suram.

Dan di antara masa suram, masih ada seseorang yang rela menjadi bagian dalam hidupnya. Rela memberikan hal yang selama ini tidak dimilikinya.

Nayla, seorang gadis remaja yang belajar untuk mengetahui siapa yang benar – benar ada untuknya. Ia juga belajar memahami bahwa ia dapat memilih untuk menjadi bahagia.

**REVIEW**

Dalam cerita awal novel ini, kita akan dikenalkan dengan kehidupan masa kecil seorang gadis yang sangat memilukan, gadis kecil itu bernama Nayla. Kehidupan masa kecilnya yang begitu membuat terpukul, dia tidak boleh bermain keluar rumah, selalu melihat ibunya dimarahi dan dibentak oleh ayahnya, itulah yang membuat kehidupan gadis kecil itu berbeda dengan kehidupan anak-anak seusianya. Hanya satu hal yang menyebabkan ini terjadi, ayahnya tak menginginkan kehadirannya. Tak hanya itu, cobaan demi cobaan terus menerpanya. Ibunya meninggal disaat usianya 6 tahun.

Sepuluh tahun berlalu, Nayla tumbuh menjadi remaja yang tertutup. Namun, dia bertekad untuk berubah saat masa putih-abu di depan matanya. Nayla ingin memiliki teman, dia tidak ingin selalu merasa kesepian. Meskipun Nayla sudah tinggal dengan Kakek dan Nenek yang begitu menyayanginya, ia selalu merindukan sosok Ibu.

Waktu terus berlalu, secercah harapan bahagia mulai hadir di hidup Nayla saat mengenal Popi, sahabatnya. Namun, ada yang janggal dalam diri Nayla. Sebuah mimpi buruk sering menghantuinya. Satu per satu orang-orang yang di sayanginya pergi. Kakek, Nenek, Ayah bahkan seorang yang pernah membuatnya merasa nyaman. Adakah hubungan dengan semua mimpi buruk itu?

***

Membaca novel ini, membuat aku ikut merasakan pula kisah pahit yang di alami Nayla. Tidak bisa membayangkan deh, jika aku yang menjalani kehidupan sangat tragis itu..

Aku sangat suka dengan penulisan mbak Rani yang menggambarkan suasana dengan sangat detail, sehingga aku seolah ikut hadir disana menyaksikan kehidupan Nayla. Di bagian awal cerita memang aku sempat bingung, maksud dari Alter Ego itu apa? Tapi, setelah membaca lembar demi lembar, akhirnya aku tahu juga xD. Dan itu yang membuat aku penasaran di setiap lembar ceritanya, karena banyak sekali twist yang benar-benar membuat tidak terduga xD. Aku beberapa kali sempat salah menebak hihi :)).

Oya dalam novel ini, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil. Dari kehidupan keluarga, persahabatan dan juga cinta. Intinya novel ini mengajarkan kita, bagaimana mengikhlaskan kehidupan yang telah lalu dan kita harus percaya pada takdir. Bagaimana pun kehidupan kita, sepahit apapun itu, pasti akan berbuah bahagia. Kita harus belajar untuk berdamai dengan masalalu.

Aku juga sangat suka dengan quotesnya yang keren-keren dan sarat akan makna. Oya, untuk kekurangannya, aku lumayan sering menemukan typo-typo. Misal di hlm. 8 kata makam yang seharusnya makan. Juga banyak kata-kata disetiap akhir kalimat yang lupa membubuhkan tanda titik. Ada yang salah ketik juga. Oya ada yang salah penyebutan orangnya pada hlm. 159 yang seharusnya yang menghardik Nayla adalah Gerald, tapi disitu ditulisnya Guntur. Agak sedikit menganggu, tapi untuk keseluruhan ceritanya aku suka sekali. Aku beri 4 bintang! Yay! Semoga nanti jika cetak ulang, segera diperbaiki agar pembaca nyaman saat membacanya :)). And last, sukses buat mbak Rani untuk kedepannya! Aku tunggu karya-karya terbaikmu lagi mbak :)).

Nah ini supaya semakin penasaran, aku share quotesnya nih gaes! Jangan lupa ya mampir ke toko buku dan bawa pulang Alter Ego ini :).

1). Kehilangan adalah cara kita mengingat apa yang pernah kita miliki. Oleh karena itu jagalah selagi kamu masih bisa menjaganya. [Hlm. 18]
2). Waktu akan menggilas habis apa saja yang bergantung padanya. Sehingga alangkah baiknya tidak bergantung pada waktu, tetapi aturlah waktu sehingga kau tidak akan habis digilas zaman. Salah satu caranya adalah terus melangkah didepan waktu, jangan menengok ke belakang apalagi berhenti. [Hlm. 35]
3). Jalan yang akan kamu temui memang tidak gampang. Kamu gak boleh menyerah dan mundur menuju ujung jalan yang sesuai harapan. [Hlm. 143]
4). Hidup adalah rangkaian skenario. Jalani saja kehidupan. Hadapi apa yang ada di depan. Jangan tengok ke belakang. Karena sesungguhnya takdir akan membawamu pada akhir yang terbaik. Percayalah. [Hlm. 225]

Advertisements