Tags

Malam ini Dera begitu bahagia. Dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Rasanya sudah lama sekali dia merindukan saat-saat seperti ini. Ketika dirinya tidak bisa berhenti tersenyum. Ah ya, syukurlah Alfi tidak tersinggung saat Dera tadi menanyakan namanya. Alfi hanya tersenyum. Senyum yang sungguh menghangatkan.

***

Alfi. Alfi Sandi Permana. Astaga Dera tidak bisa berhenti memikirkan Alfi malam ini. Dia begitu terpesona pada sosok itu. Kenapa ketika besamanya selama dua jam tadi begitu mengesankan? Dera membatin. Ah, Dera menggeleng-gelengkan kepalanya.
“nggak, nggak, gue ga suka sama dia. Gue, gue cuma kangen di perlakukan seperti itu sama cowok. Oke, gue jujur gue seneng banget tadi pas jalan sama dia. Tapi bukan berarti itu suka kan? Gue cuma kagum. Titik.”

Tanpa sadar Dera berbicara sendirian. Dia pun langsung membekap mulut dengan kedua telapak tangannya begitu sadar. Kemudian dia melihat ke arah jam dinding, saat itu menunjukkan pukul 22:18. Baiklah, sudah saatnya untuk tertidur. Dera bersyukur tidak ada PR untuk hari esok. Tak lama kemudian Dera sudah pergi ke alam mimpi. Raut wajahnya menyiratkan bahagia.

Advertisements