Tags

Dera sedang bersiap-siap untuk pergi bersama anak baru itu. Ah, iya, seakan baru tersadar, bahkan Dera lupa nama anak baru itu. Ah, tapi gampanglah ia akan tanya nanti, semoga saja cowok tidak tersinggung, batin Dera.

Setengah jam lagi jam 7 tepat. Dera mematutkan diri di depan cermin, dia memoles bibirnya dengan lip gloss pink, warna kesukaannya. Selesai. Dia tinggal menunggu dibawah.

Ketika Dera sedang menunggu, dia teringat, semenjak Davin meninggal, dia tidak pernah keluar bareng cowok berdua saja. Biasanya kalaupun sedang bareng cowok, Nadya juga selalu ikut. Tapi sekarang, Dera akan keluar bareng anak baru itu, hanya berdua. Ya, hanya Dera dan orang yang baru dikenalnya. Lama-lama Dera asyik dalam lamunannya, dia tiba-tiba kaget ketika mendengar bunyi klakson. Tepatnya klakson motor.

Dera segera keluar dan melihat cowok itu sedang senyum dan melambai kearahnya. Diam-diam ada rasa yang menyelinap kedalam hati Dera. Dia pun membalas senyuman itu.

“Hei, udah siap? Langsung jalan aja yuk, pake motor gak apa-apa kan?” kata si cowok itu.
“Ngng.. Ya gak apa-apa. Tapi, gue ambil jaket dulu ya ke dalem” Dera segera masuk ke rumahnya dan mengambil jaketnya.

Kelihatannya Dera ragu, dia sudah lama sekali tidak naik motor. Tapi kenapa dia merasakan seperti tidak perlu ada yang di takutkan? Dia merasa seperti, dia akan tetap aman ada di sisi cowok itu.

Advertisements