“Maaf aku hanya menganggapmu teman. Aku tidak menyukaimu, seperti dugaanmu”

Mataku memanas mengingat kata-kata itu. Pipiku rasanya tertampar sangat keras. Pedih. Kenapa dia tega berkata seperti itu? Apa maksud dari semua perhatian yang dia berikan padaku? Cukup sudah, aku tidak bisa diperlakukan seperti ini. Aku sakit hati.

Untuk apa mencintai seseorang yang tidak membalas perasaanmu? Aku membatin. Seharusnya aku siap dengan penolakan seperti itu. Bukankah jika kamu berani jatuh cinta, kamu juga harus berani untuk patah hati? Tapi, kenapa dia bersikap seolah-olah dia juga mencintaiku?

Kini dia terasa begitu abu-abu bagiku. Samar. Meski, dia masih ada dalam bayang-bayang masalaluku, tapi aku berusaha segera menghapus namanya didalam hatiku.

#FFKasihTakSampai

Advertisements