Tags

Hari ini ternyata ada rapat guru mendadak. Para siswa pun pulang cepat. Ah, Dera senang sekali, karena ia ingin tidur siang lebih lama dari biasanya. Rencananya ia ingin tidur sampai sore nanti. Karena tidur merupakan obat untuk menghilangkan penat, bagi Dera. Begitu dikabarkan pulang cepat tadi, sebenarnya Dera di ajak Nadya jalan-jalan ke mall, tapi Dera menolaknya. Ia sedang tidak mood.

Disaat Dera tiba dirumah, ia langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Karena tadi ia sudah makan di kantin, dan masih merasa kenyang, Dera tidak ingin makan. Ia langsung berganti pakaian dan naik ke atas tempat tidur empuknya. Ketika sendirian seperti saat ini, disaat tak ada siapa-siapa yang mengajaknya bicara, pasti ingatan tentang Davin selalu muncul kembali. Sejujurnya Dera sudah ikhlas Davin pergi untuk selamanya, tapi ini semua begitu berat untuk di jalani. Kenangan indah masalalu terasa sangat menyiksa Dera di saat seperti ini.

Apakah orang yang sudah meninggal bisa kangen dengan orang yang masih hidup? Apakah Davin disana kangen denganku? Batin Dera.

Kemudian ingatan Dera beralih kepada anak baru dikelasnya tadi, ah kenapa aku mikirin dia sih? Batinnya. Akhirnya Dera memutuskan untuk segera tidur. Tak lama kemudian ia sudah terbang ke alam mimpi.

Advertisements