Tags

Setelah dua jam pelajaran Fisika yang memusingkan sekaligus menegangkan, mengingat Pak Samsul selalu mengincar murid-muridnya untuk maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal-soal yang membuat kepala pusing seketika itu, Dera lega. Akhirnya dia bisa bernapas dengan teratur. Terlihat Nadya juga tampaknya sama. Sekarang waktunya jam istirahat.

“Fiuh, gila ya, kenapa sih setiap pelajaran Fisika yang cuma 2 jam itu, berasa kayak 5 jam?” gerutu Dera.
“Heh, emangnya lo doang yang ngerasa gitu? Gue juga. Lo ga merhatiin gue tadi? Gue bolak-balik ngeliatin jam mulu? Tapi udahlah nikmatin aja, bentar lagi kita juga lulus. Mending kita ke kantin yuk, gue mau mengisi energi. Gila gara-gara tadi serasa energi gue terkuras” kata Nadya sambil beranjak dari kursinya.
“Lebay banget lo. Tungu dong, gue juga laper banget” Dera segera beranjak dan menyejajarkan langkahnya dengan langkah Nadya.

Ketika dalam perjalanan menuju kantin, tiba-tiba Nadya kebelet pipis.

“Aduh Ra, gue kebelet nih, ke toilet dulu yuk”
“Yaudah yuk cepetan, biar nanti kita makannya gak buru-buru, tau sendiri kan, kita istirahat cuma bentar banget”
“Iya iya, ayok” Nadya setengah berlari dan menarik tangan Dera.

Melihat toilet yang sudah dekat, Nadya segera berlari dan meninggalkan Dera. Terpaksa Dera ikut berlari juga dan masuk. Ternyata lumayan banyak siswi di dalamnya. Kebanyakan dari mereka sedang dandan, ada yang sedang memakai lip gloss, bedak, dan ada yang sekedar mencuci muka. Namun tetap mereka tidak melupakan yang namanya bergosip.

“Eh anak baru di kelas IPA 2 itu ganteng banget ya, kira-kira kalo gue deketin gimana?” celetuk siswi yang sedang memakai lip gloss.
“Apa? Lo deketin? Hahaha. Palingan juga dia ogah sama lo” kata anak yang sedang menyisir rambut.
“Ah, lo sirik aja deh….”

Dera melihat Nadya sudah keluar dari bilik toilet dan dia langsung menarik tangannya agar segera keluar. Dera malas mendengar ocehan para siswi itu mengobrolkan tentang si anak baru. Mereka pun segera menuju kantin.

“Lo denger ya anak-anak tadi pada ngomongin si anak baru itu?” tanya Nadya ketika mereka sudah sampai kantin dan menyantap soto kesukaannya.
“Iyalah, mereka ngocehnya gede gitu, mau gak mau kan gue denger juga” kata Dera.
“Haha, iya juga sih. Ngng…” tampaknya Nadya ingin membicarakan sesuatu tapi dia batalkan.
“Kenapa? Kayaknya lo mau ngomong sesuatu,” Dera bisa melihat gerak-gerik Nadya.
“Gak kok, cepetan abisin siomay lo. Bentar lagi bel”
“Iya, gue juga udah kenyang kok, lo udah kan? Yuk deh ke kelas”
“Yuk”

Mereka segera membayar makanan masing-masing dan kembali ke kelas.

Advertisements