Tags

, ,

Judul : Remedy
Penulis : Biondy Alfian
Penerbit : Ice Cube Publish
Penyunting : Katrine Gabby Kusuma
Perancang sampul dan isi : Deborah Amadis Mawa
Penata Letak : Teguh Tri Erdyan
ISBN : 978-979-91-0818-0
Dimensi : 13×19 cm
Halaman : vi 209 halaman
Terbit : Februari 2015

*BLURB:

Lo yang nemuin dompet gue, kan?” tanya Navin.

“Ya,” jawabku.

“Berarti lo sudah lihat semua isinya?”

“Ya,” jawabku lagi.

“Berarti lo sudah-”

“Melihat kedua KTP-mu?” tanyaku. “Sudah.”

Navin menarik napas panjang. Kedua matanya melotot padaku. Rahangnya tampak mengeras.

Ada yang aneh dalam diri Navin, si anak baru itu. Tania tidak sengaja menemukan dompetnya di tangga sekolah dan melihat di dalamnya ada dua KTP dengan data-data yang sama, hanya berbeda nama. Satunya tertera nama Navin Naftali, satunya lagi tertera nama Budi Sanjaya. Selain itu, ternyata Navin sudah berumur 20 tahun. Apa yang dilakukan seorang pria berumur 20 tahun di SMA? Sebagai seorang murid pula. Tania memutuskan untuk mencari tahu kebenaran tentang identitas ganda Navin. Sementara itu, Navin juga penasaran dengan sosok Tania yang kini mengetahui rahasianya. Karena sepertinya gadis itu punya rahasia yang lebih besar darinya.

**
Sebelum aku me-review Novel ini aku ingin berterimakasih kepada kak @biondyalfian yang sudah mengirimkan Novel ini jauh-jauh dari Surabaya ke Bandar Lampung :). Dan tak kalah senang juga mendapat tanda tangannya! Wah sekali lagi terimakasih kak :)). Juga untuk Kelas Online Bimbingan Menulis Novel (KOBIMO) karena sudah memilih aku sebagai penanya yang beruntung untuk mendapatkan novel ini. :))

*Review:

REMEDY. Ya, setelah membaca novel ini, aku baru bisa menyimpulkan kenapa novel ini berjudul Remedy. Yang intinya adalah memperbaiki kehidupan di masa lalu. Secara garis besar novel ini menceritakan tentang tokoh Tania, seorang murid XI MIA 1 yang pendiam, suka menyendiri dan tidak suka bergaul dengan teman-temannya. Namun itu mungkin sifat biasa yg kita temukan dalam novel-novel, karena di novel ini bukan sifat Tania yang seperti itu yang di tonjolkan. Namun dia adalah seorang pengiris! Ya, dia suka melukai dirinya untuk membuatnya tetap hidup.

Navin. Murid pindahan dari Jakarta , kelas XI IIS 3. Usia 20 tahun dan memiliki dua identitas berbeda. Memiliki masa lalu yang begitu membuatnya terpukul, hingga berusaha melakukan percobaan bunuh diri! Bahkan tak hanya sekali, tetapi dua kali! Hal inilah yang menjadi alasan kuatnya untuk mengganti namanya.

Viki. Cewek yang awalnya dianggap oleh Tania, cewek yang genit dan bahkan Navin juga menganggapnya seperti itu, justru menjadi teman baik Tania. Diawali dengan permohonannya yang membujuk Navin dan Tania untuk bergabung menjadi anggota divisi Porseni yang membuat kedekatan Navin dan Tania semakin dekat dan saling mengenal satu sama lain, bahkan mereka saling berbagi tentang rahasia masa lalunya masing-masing.

Yup, bagiku novel ini beda dengan novel remaja-remaja kebanyakan. Memang tak lepas dari kisah cinta anak SMA, namun novel ini lebih menceritakan sebuah masalah, kisah masa lalu yang kelam, suram, bahkan dark. Aku tak menyangka Kak Biondy bisa membuat naskah ini dalam waktu 1,5 bulan saja. Hebat!.

Dalam novel ini memang karakter tokoh Tania dan Navin diceritakan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Tania menggunakan PoV 1, sedangkan Navin menggunakan PoV 3. Namun ini sama sekali tidak membuat bingung sama sekali, karena lembar demi lembar sangat kunikmati ceritanya.

O ya, meskipun kataku tadi ini novel cenderung dark, tapi ada bagian yang lucu loh!. Yaitu saat Navin mengantar Tania pulang, tapi karena hujan, jadi Navin mampir sebentar di rumah Tania. Disitu dia tertarik dengan greeter yang dimiliki Tania, greeter itu bisa di setting untuk mengucapkan apa saja. Dan disaat Navin disuruh ngomong sama Tania, dia bingung mau ngomong apa. Akhirnya yg keluar “Hei, Tania”. Dan Tania juga merekam suaranya dengan “Hei Navin”, di saat di setel Navin tertawa. Hahaha di bagian itu aku senyum-senyum sendiri, bahkan hampir aja ketawa juga, kalo gak di tahan :))

Ada juga bagian yang membuat aku kaget, yaitu tenyata ayahnya Tania melakukan hal yang sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang Ayah. Hal ini membuat Tania bingung akan melaporkan ke polisi atau tidak, namun Navin terus mendesaknya.

Mungkin kekurangannya novel ini, terlalu cepat dalam menyelesaikan konfliknya, mungkin jika lebih jabarkan lagi ceritanya akan semakin kompleks. Begitupun dengan epilognya, agak menyayangkan Tania dan Navin kesan hubungan mereka masih seperti menggantung, karena bahkan mereka belum resmi berstatus jadian. But, I still like it!

Secara keseluruhan novel ini bagus, sangat recommended banget buat kamu-kamu para remaja yang ingin baca novel remaja tetapi dengan gaya dan ide cerita yang berbeda. Well, aku memberikan 3,5 of 5 stars buat novel ini! Yeay aku juga jadi penasaran ingin membaca seri YARN yang lainnya. :))

And finally, love u Navin!!

Advertisements