Aku menatap kasihan kepada perempuan cantik yang duduk tepat disebelahku. Dia Maira Syifa Aliyah, penderita Kanker. Selintas dia memang terlihat sehat, bahkan cenderung aktif di kampus ini. Daripada aku bengong, kuberanikan diri menegurnya.

“Hai, sendirian aja? Lagi nulis apa tuh?” aku menyapa dan tersenyum kepadanya.

“Halo, aku lagi nulis laporan nih. Iya aku sendirian aja” balasnya dengan ramah.

“Hmm, aku boleh nanya?” kataku hati-hati takut menyinggung perasaannya.

“Tentang penyakitku?”

Aku sedikit kaget dengan jawabannya, tapi aku ingin tahu tentang penyakitnya.

“Iya, maaf. Kalo kamu gak mau jawab juga ya gak apa-apa kok”

Dia diam beberapa saat.

“Kamu mau nanya apa?” kata dia akhirnya.

“Kamu bener sakit kanker?” tanyaku hati-hati.

“Iya, kurasa mahasiswa disini sudah banyak yg tau” katanya.

“Tapi aku liat kamu aktif banget, banyak kegiatan” selidikku.

“Iya, justru aku senang karena dengan aku sibuk, aku bisa sedikit melupakan penyakit ini” jawabnya tanpa menunjukkan tanda-tanda kesedihan.

“Apa penyakitmu sering kambuh waktu kamu beraktifitas?”

“Sangat sering, tapi akan kutahan sekuat tenaga” jawabnya.

“Udah berobat kemana aja?”

“Enggak, aku gak mau. Apalagi kemo. Aku gak mau kaya gitu. Sekarang aku nyesel, sebenernya ini salah aku. Dari kecil aku sering banget makan-makanan yang pengawetnya tinggi. Sering makan fast food, makanan kemasan. Aku gak mau makan sayuran dulu, bahkan aku hampir setiap hari makan mie instan. Oh ya kamu jangan kaya aku ya?” Dia menjawab seakan tidak menaggung beban apapun.

“Oh hmm iya, aku pasti menjalani pola hidup sehat kok” aku menjawabnya sambil senyum kepadanya.

“Iya, sehat itu harus di jaga. Aku juga dalam waktu dekat ini mau ngadain seminar hidup sehat. Biar orang-orang sadar sehat itu mahal, hehe. Kamu mau ikutan?” ajak Maira kepadaku.

“Wah, mau banget” tanpa pikir panjang aku langsung menyetujui.

“Oke, nanti aku kabari lagi, sekarang aku permisi ya harus pulang ke rumah” pamitnya.

“Oh iya iya, silakan”

Setelah Maira berlalu, aku jadi sadar. Sehat itu harus di jaga. Untunglah aku tidak terlalu suka mengkonsumsi makanan instan. Dalam hati aku berjanji pada diri sendiri, aku akan menjaga pola hidup sehat. Bahkan aku berencana untuk mengikuti banyak kegiatan-kegiatan sosial untuk menghimbau orang-orang agar sadar, bahwa sehat itu sangat penting dan harus di jaga sebaik mungkin.

Advertisements